<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/7648094869540433653?origin\x3dhttp://nurjihah22.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
♥ MATA DAN HATI
Pesan guru:

Kalau mata melihat
hati tak pernah puas
kerana apa yang dilihat
semuanya tak tepat
seperti hukum cahaya
biasa membias limpahnya dikaca

kalau hati yang melihat
matakan tertutup rapat
bergetar telus ke denyut nadi
merentas saraf ke kotak fikir
lahir bersama fitrah insani
kekal abadi berpaut di tali azali

lantas:

antara mata dan hati
biarlah lebih terasa
dari sekadar berputih mata.

Nukilan, Zaaba Selamat



♥ TERIMA KASIH IBU
Ibu,
meski dengan hanya sejalur sinar
kausedar tenaga ke seluruh
jagat raya,
meski dengan hanya seurat kudrat
kautebar cinta ke segenap umat
bahasamu santun meruntun jiwa
senyumanmu semangat membakar berabad lama.

Ibu,
bumi ini ladang kasih sayang
yang kaumandikan dengan ketulusan,
alam ini taman ilmu
kental dan syahdu
meski dikau tak pernah tahu membaca buku.

Dan sekarang,
tegakmu mengatasi ribuan gedung
menjulang perkasa ikatan keluarga
membina jambatan masyarakat bahagia
menyulam ukhuwah sepelosok dunia
wanginya menjejak syurga.

Ibu,
kautatang sabar ke akar yakin
dari saat mula hingga tiada noktahnya
lalu
kujunjung bakti
yang membijaksanakan cekal dan akalku ini.

Sesungguhnya,
tiada daya bagiku ibu
membalas kasih dan pengorbananmu
seperti upayamu kepada kalian anakmu.

Terima kasih, ibu.

Nukilan, Mahaya Mohd Yassin.